Kehidupan Sekarang VS. Drama Korea "Ruler : Master of The Mask"


Awal-awal saya menonton drama televisi Ruler: Master of The Mask ini, benar-benar sangat takjub sekali. Selain dari ketakjuban saya dengan setiap drama korea yang sudah-sudah, alur ceritanya sangat pas dengan kehidupan kita sekarang. Mungkin juga tak hanya sekarang, sampai akhir zaman pun sepertinya apa yang terjadi di dalam drama ini akan tetap terjadi. Terlepas dari semua hal negatif lainnya. Bukan bermaksud untuk mendewakan drama korea yang satu ini, tapi lebih kepada pengambilan pelajaran untuk kehidupan kita yang sekarang.

Perbandingan yang dapat kita ambil pelajarannya diantaranya yaitu, :

1. KEKUASAAN

    Diera sekarang ini memang kekuasaan sangat dibutuhkan untuk melaksanakan kepentingan-kepentingan pribadi. Didalam drama ini terdapat perebutan kekuasaan dari awal saat Raja Yi Yoon ayah dari Lee Sun merebut kekuasaan dari kakak kandungnya sendiri dengan cara melakukan perjanjian dengan kelompok pyunsoo untuk menjadi Raja Joseon. 

Saat Raja Yi Yoon tidak patuh lagi kepada kelompok Pyunsoo, Raja Yi Yoon mati di tangan Dae Mok yang merupakan pemimpin kelompok Pyunsoo. Setelah itu Dae Mok menjadikan Putra Mahkota palsu untuk menjadi Raja Joseon yang baru. Ibu Suri yaitu Daebi Mama pun ingin menguasai Joseon dan bermaksud untuk melakukan kudeta terhadap Raja baru. Tapi, hal ini tidak berhasil.

Yang tak kalah pentingnya adalah perebutan kekuasaan dari Putra Mahkota yang asli ke Putra Mahkota yang Palsu. Putra Mahkota yang asli ingin merebut dan menjadi Raja Joseon demi kepentingan dan kesejahteraan Rakyatnya. Dia tak mau bekerja sama dengan kelompok Pyunsoo karena sangat mementingkan kepentingan kelompok dengan cara mengambil alih semua kepentingan umum sehingga memeras rakyat kecil.

Ada beberapa kepentingan umum yang diambil alih oleh kelompok pyunsoo. Seperti Kekuasaan terhadap air. Akhirnya kelompok pyunsoo mendapatkan hak atas pengendalian air dari hasil meracuni putra mahkota yang asli saat masih bayi.


Tidak hanya menguasai air, kelopok pyunsoo pun ingin menguasai uang. Disini kita belajar sebuah taktik licik kelompok Pyunsoo. Untuk menguasai otoritas pembuatan mata uang, kelompok Pyunsoo menyimpan tembaga dalam jumlah banyak untuk mengadakan kelangkaan. Jika tembaga sudah langka maka pencetakan uang sulit untuk dilakukan.

Sebelumnya kelompok Pyunsoo juga sudah menarik banyak uang dari peredaran dengan cara menagih hutang-hutang. Uang sudah di tarik dari peredaran, otomatis uang yang beredar di pasaran sangat langka. Ekonomi menjadi tidak stabil akhirnya pihak kerajaan untuk mensejahterakan rakyatnya harus mencetak uang. Untuk mencetak uang ini butuh tembaga. Tembaga pun sudah langka karena di simpan oleh kelompok pyunsoo. Pihak kerajaan akhirnya kesulitan untuk membuat uang dan terpaksa bekerja sama dengan Pyunsoo untuk membuat uang.

Licik bukan..?




Dalam drama ini kelangkaan tembaga akhirnya di gagalkan oleh pihak putra mahkota asli yang sedang menyamar sebagai ketua perdagangan.

2. PERJANJIAN

Seperti halnya yang terjadi dalam drama ini, seluruh pemimpin melakukan perjanjian dengan kelompok pyunsoo untuk memperoleh kekuasaan tadi. Jadi, perjanjian ini sangat berpengaruh karena dapat berpengaruh kepada hidup dan matinya penguasa tersebut. 

Yang namanya perjanjian pasti terdapat kepentingan-kepentingan yang didapat oleh kedua belah pihak yang melakukan perjanjian. Termasuk perjanjian yang dilakukan oleh Raja Yi Yoon. Sebagai imbalannya Raja Yi Yoon memperbolehkan kelompok Pyunsoo untuk mengurus departemen pengadaan air. 


Tak hanya Raja Yi Yoon saja, penerus kerajaan Joseon selanjutnya yaitu Lee Sun meskipun merupakan putra mahkota palsu dia yang terpaksa untuk menggantikan posisi putra mahkota yang asli pun mengadakan perjanjian dengan Dae Mok sebagai pemimpin kelompok Pyunsoo.


3. PERDAGANGAN.



Perdagangan memiliki organisasi yang kuat. 
Yang akan memberikan sumber informasi dan akomodasi terbaik. 
Satukan keyakinan antar pedagang dan bekerja kerja keras mendapatkan kepercayaan mereka maka mereka semua pasti akan mendukung penuh dirimu.

Segelintir kalimat diatas merupaka kata-kata yang di adaptasi dai drama ini. Ini terjadi di zaman Joseon bagaimana dengan zaman sekarang..?

Kalimat diatas memang benar adanya. Sampai sekarang pun perdagangan memang sangat ampuh untuk mengumpulkan dukungan.

Komentar