Antara Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan.

Foto : depositphotos.com

Pastilah berbeda cara mendidik anak laki-laki dan anak perempuan. namun, harusnya tidak ada kesenjangan diantara keduanya bukan..?

Saya Lily lulusan Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Padjadjaran tahun 2015. Dua tahun setelah lulus saya balik kekampung halaman dengan rencana yang menurut saya sangat mulia. saya ingin membagikan apa yang saya dapatkan selama saya merantau. 

Sesampainya di kampung halaman, namanya juga niat baik pasti jalannya nggak mulus. saya yakin itu. tapi kalo niatnya jelek temannya setankan, pasti banyak bantuan. saya tawarkanlah niat baik tersbut kepada sekolah yang dulu pernah menjadi tempat menuntut ilmu. Ada 2 sekolah yang saya tuju. Hasilnya 50:50, maksudnya adalah niat saya 1 di terima dan 1 nya tidak. Ujungnya saya tidak jadi ngajar. padahal saya tidak mengharapkan apa-apa selain untuk media saya belajar mengajar.

Selang beberapa bulan setelah itu karena tak kunjung membuah kan hasil dan saya pun butuh uang untuk melanjutkan hidup akhirnya saya kerja jadi penjaga warnet.

Disini saya punya satu object observasi yaitu anak cowok. selama ini saya sudah hampir 2 setengah bulan ngejagain warnet dari kurun waktu 2,5 bulan itu cuma ada 3 ato 5 orang perempuan yang pernah main di warnet itu. sangat jomplang sekali dengan anak cowok yang menjadi makhluk pendatang warnet paling banyak.

Ada 2 waktu yang sangat saya suka menjadi seorang penjaga warnet. Waktu itu adalah setelah jum'at dan hari minggu pagi.

Hari jum'at setelah sholat jum'at belum juga jam 1 pintu warnet sudah di gedor-gedor malah sampaimau dirubuhin sakin kepengennya main internet. 

"Kaaaakkk......Kaaaakkkkk...", teriakannya memanggilku memecah konsentrasi sejenak.

Lalu bagaimana dengan minggu pagi..?

Seringnya aku datang terlambat. Sekitar jam 8 ato 8.30 aku baru nyampe. Mereka udah pada nungguin loh.

Miris bukan main untuk ku pribadi.

Semua anak laki-laki, anak perempuan kemana..?

Dirumah.

Ngapain..??

Pasti disuruh kerja nolongin ibu.

Baik sich, tapi..

Apakah adil..?

Okey lah tidak harus mengerjakan hal yang sama dengan anak perempuan, tapi aku yakin ada pekerjaan yang seharusnya di kerjakan oleh anak laki-laki. Minimal mereka bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. 

Lalu fenomena yang aku lihat di lapangan sangat ternganga lebar sebuah jurang antara anak laki-laki dan anak perempuan. 

Belum lagi untuk ke warnet minimal mereka harus punya uang 2000. Itu pun hanya bisa untuk 1 jam. Yang namaya internet ato game nggak enak kalo cuma sejam. Nggak berasa. Bahkana ada saya pernah menerima uang 14.000 dari 1 orang. Tau artinya apa..? 14 dibagi 2 sama dengan 7 jam. Uang lagi bukan..? Lalu apa yang mereka dapat..? Kesenangan sesaat. 

Anak laki-laki di kasi uang untuk itu. Apakah anak perempuan juga diberikan uang yang sama..? Nggak usah kasi tau dech. Buat para orang tua, silahkan introspeksi diri. Buat yang belum punya anak, saya sarankan untuk belajar bagaimana mendidik anak yang baik dan bener. Karena itu lah yang saya lakukan sekarang.

Karena bagi saya, Jangan menyalahkan orang lain tapi bantulah minimal membantu dirisendiri meringankan penderitaan hidup yang nantinya akan meringankan penderitaan negri ini yang bergantung pada generasi yang kita hasilkan.

Komentar