Pelajaran cinta yang tulus dalam drama Ruler : Master of the mask.
Cinta...
Kita tak dapat memisahkan nya dari kehidupan ini. Ada bermacam-macam jenis cinta. Salah satu jenis cinta yang seru untuk di bahas sekaligus mengharu kan bisa kita lihat dalam drama televisi Ruler : Master of the mask.
Tak hanya seru dan mengharukan, kisah cinta yang terdapat di drama korea ini juga penuh dengan pembelajaran yang bisa kita petik. Seharusnya mencinta itu seperti apa. Memberi atau menerima. Sedikit membingungkan ato udah ngerti..?
Coba aja baca postingan saya yang dibawa ini dulu. Jika masih belum mengerti silahkan nonton sendiri ya..
Tapi saya tidak menyarankan kalian untuk fanatik dengan nonton. Sesekali saja untuk menghibur ato pengisi waktu luang. Sampai kalian bener-bener lepas dari yang namanya demam korea. hehehe...
Yang pertama dalah cinta Kim Hwa Gun yang merupakan cucu dari Dae Mok. Terlihat sekali apa-apa saja yang sudah di korbankan oleh Kim Hwa Gun kepada putra mahkota. Semenjak pertemuan pertama mereka Kim Hwa Gun sudah jatuh cinta pada putra mahkota.
Menarik sekali, disini sosok Kim Hwa Gun mencontoh kepada kita cinta terhormat. Dia tidak memikirkan perempuan yang dicintai oleh putra mahkota. Melainkan di malah memikirkan apa yang dapat dia bantu dan berikan untuk membantu perjuangan putra mahkota.
Dia juga pernah berkata, "Tidak penting untuk memikirkan dia (perempuan yang dicintai putra mahkota.). Pada akhirnya dia (putra mahkota) sendiri yang akan melihat ke arahku". Dari kata-kata Hwa Gun ini saja sudah terlihat bahwa dia lebih mementingkan memberian daripada menerima.
Pengorbanan harta diberikan saat putra mahkota menjadi kepada pedagang meminta untuk mau meminjamkan sejumlah uang kepada pedagang kecil demi kemakmuran pedang kecil yang saat itu terdesak hutang yang di tagih dalam waktu singkat oleh kelompok Daeng pwsoo yang tak lain adalah kelompok pimpinan kakeknya sendiri.
Pengorbanan tenaga jangan di tanya. Berkali-kali Hwa gun sempat menemani putra mahkota seperti perjalanannya untuk menyelidiki kasus kelangkaan tembaga.
Pengorbanan terbesar Kim Hwa gun adalah rela mati di tangan kakeknya sendiri demi menyelamatkan pujaan hatinya Lee Sun.
Cinta pengawal pribadi Kim Hwa Gun yaitu Gon kepada Majikannya sendiri. Sebenarnya sedari awal saat saya menonton video ini sudah mendeteksi bahwa ini ada sesuatu diantar mereka. Jika drama ini dibawa ke kehidupannya nyata jika sampai Gon itu tidak memiliki perasaan sama sekali kepada Cucunya Dae Mok ini sangat tidak masuk di akal. Secara Kim Hwa Gun sendiri sangat cantik. Tiap hari mereka bersama. Masa iya nggak ada perasaan sedikit pun..?
Hingga Kim Hwa Gun mati, Gon tetap setia kepadanya. Gon tetap menuruti perintah dari Hwa Gun untuk tetap menlindungi Putra Mahkota yang tidak lain adalah laki-laki yang di dambakan oleh perempuan yang dia cintai.
Diakhir cerita pun Gon menjadi pelindung putra mahkota yang tak lain adalah laki-laki yang di cintai oleh perempuan yang di cintai.
***
Begitu sedikit gambaran kisah cinta yang terdapat di drama korea ruler : Master of The mask. Meski banyak pelajaran yang dapat dipetik dari drama korea ini, tapi sekali lagi penulis sendiri tidak menyarankan untuk menonton terlalu banyak. Alangkah baiknya meskipun belum bisa lepas secara total, tapi sedikit demi sedikit di hindari.



Komentar