Public Speaking Mastery Oleh : Ongky Hojanto [PART I]
ALL ABOUT PUBLIC SPEAKING
Memberi gambaran sejarah Public Speaking,
jenis presentasi dan tantangan dalam presentasi, serta pentingnya public
speaking untuk kesuksesan Anda.
1. Sejarah
Public Speaking
Sekitar
2.500 tahun yang lalu di Athena kuno, para pemuda diminta memberikan pidato.
Para
ahli dibawah ini mengajar murid mereka filsafat dan retorika.
a.
Socrates
(469-398)
b.
Plato
(427-347).
“Retorika adalah seni memenangkan
jiwa dengan wacana.”
c.
Aristoteles
(384-322)
Unsur-unsur dasar pidato yang baik
dan persuasif, yaitu :
-
Ethos : Kredibilitas, Keterpercayaan.
-
Logos : Logika
-
Pathos : Daya Tarik Emosional.
Pada abad ke-1 SM, Marcus Tullius Cicero (106-43 SM) mengembangkan ‘Lima
Hukum Retorika’ (The Five Canins of Rhetoric) :
A.
Inventio
(Penemuan)
Pembicara menggali topik dan
meneliti audiences agar bisa menemukan metode serta gaya bicara yang tepat.
B.
Dispositio
(Penyusunan).
Pembicara menyusun presentasi atau
mengorganisasikan pesan secara runut dan logis.
Sistematika public speech terdiri atas:
1.
Exordium (Kepala), sebagai prngantar yang berfungsi membangkitkan perhatian
audiens.
2.
Protesis (Punggung), berisi latar belakang tema yang dikaitkan dengan kepentingan
audiens.
3.
Argumenta (Perut), berupa alasa-alasan yang mendukung pernyataan pembicara.
4.
Conclusio (Ekor), berisi penutup.
Prinsip-prinsip komposisi pidato [Raymond S.Ross]
a.
Kesatuan (unity), isi,tujuan, dan sifat.
b.
Pertautan (coherence), urutan bagian uraian
terhadap satu sama lain.
c.
Titik
berat (emphasis), bagian penting yang
harus di perhatikan dinyatakan dengan jeda, tekanan suara yang dinaikan,
perubahan nada, isyarat, dan sebagainya.
C.
Elucutio
(Pemilihan Gaya)
Pembicara memilih kata-kata serta
bahasa yang tepat untuk “mengemas” pesan yang dia kirimkan.
D.
Memoria (Memori).
Pembicara harus ingat apa yang akan
disampaikan dengan mengatur bahan-bahan pembicaranya.
E.
Pronuntiatio
(Penyampaian).
Pembicara menyampaikan pesan secara lisan.
Metode Retorika :
A.
Exordium
(Pendahuluan)
Pengantar, menyiapkan mental serta
membangkitkan perhatian.
Cara memikat perhatian :
-
Mengemukakan
kutipan.
-
Mengajukan
pertanyaan.
-
Menyajikan
ilustrasi yang spesifik.
-
Memberikan
fakta yang mengejutkan
-
Menyajikan
hal yang bersifat manusiawi.
-
Mengetengahkan
pengalaman yang ganjil.
Hindari :
-
Permintaan
maaf karena kurang persiapan, tidak menguasai materi, tidak berpengalaman dll.
-
Lelucon
yang berlebihan.
B.
Protesisi
(Latar Belakang)
C.
Argumenta
Ulasan tentang topik yang dibahas.
D.
Conclusio
(Kesimpulan)
Hal yang perlu dihindari :
a.
Mengemukakan
fakta baru.
b.
Mengemukakan
kata-kata mubazir dan tidak fungsional.
Jenis Presentasi :
A.
Presentasi
Dadakan (Impromptu)
Kelebihan :
-
Informasi
yang disampaikan sesuai dengan perasaan pembicara yang sesungguhnya sehingga
jauh dari kesan rekayasa.
-
Kata atau
suara yang keluar merupakan hasil spontanitas.
-
Pembicara
terus-terusan berpikir selama menyampaikan informasi.
Kekurangan :
-
Informasi
yang disampaikan tersendat-sendat karena membutuhkan waktu untuk berpikir dan
mengolah kata demi kata.
-
Penyampaian
tidak berurutan/sistematis karena harus menyampaikan informasi secara mendadak,
kecuali pembicara telah menguasai teknik presentasi impromt.
-
Mungkin
akan terjadi demam panggung dengan suhu tinggi karena belum ada persiapa
apa-apa untuk hal yang harus di sampaikan.
B.
Presentasi
Naskah (Manuscript)
Kelebihan :
-
Penyampaian
berurutan/sistematis
-
Kata-kata
yang keluar diungkapkan secara baik dan benar karena sudah dipersiapkan dengan
baik.
-
Tidak
terjadi kesalahan dalam penyampaian.
C.
Presentasi
Hafalan (Memoriter)
Kelebihan dan kekurangannya hampir
sama dengan presentasi naskah.
D.
Presentasi
Ekstempore
Kelebihan :
-
Pembicara
dapat menyampaikan informasi secara jelas karena ada persiapan sebelumnya.
-
Informasi
bisa disampaikan secara sistematis/berurutan.
-
Kemungkinan
besar penyampaian informasi menarik perhatian pendengan karena pembicara tidak
berpedoman pada naskah atau hafalan, tapi tidak melenceng dari garis besar
materi.
-
Lebih
leluasa dalam penyampaian karena tidak terpaku pada naskah yang ada.
-
Pembicara
dapat melakukan kontak maya dengan pendengar sehingga bisa melihat pesan yang
disampaikan menarik atau tidak.
Kekurangan :
-
Pembicara
perlu memiliki wawasan yang cukup mengenai tema yang disampaikan.
-
Persiapan
presentasi membutuhkan waktu lama karena presentasi ini harus kaya contoh
kasus.
-
Pemula
akan mengalami kesulitan karena presentasi ini membutuhkan keahlian dan
pengaman yang cukup.
1. Komponen
Public Speaking
A.
Penyampaian
pesan/informasi/Komunikator.
B.
Pesan/Informasi
yang disampaikan.
C.
Media
Penyampaian Pesan/Informasi.
D.
Feedback/Umpan
Balik
2. Kuadran
Tantangan Public Speaking.
A.
Mengatasi
Rasa Takut.
B.
Membuat
Audiens mengingat apa yang Anda Sampaikan
C.
Membuat
Audiens melakukan apa yang Anda sampaikan.

Komentar